:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2768856/original/084968700_1554352460-go_splash_bekasi.jpg)
Sejak dua tahun silam, Dinas Pariwisata Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, berupaya mengoptimalisasi 12 destinasi wisata untuk meningkatkan devisa lokal. Bekasi menilai pariwisata sebagai penyumbang retribusi daerah yang menjanjikan.
"Destinasi itu terbagi menjadi dua golongan, yaitu wisata alam dan kuliner khas daerah setempat," kata Agus Trihono, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bekasi.
Ke-12 tempat wisata tersebut antara lain yaitu Taman Buaya Indonesia Jaya, Waterboom Lippo Cikarang, Gedung Juang 45, dan Saung Ranggon yang merupakan wisata sejarah. Kemudian, Danau Cibeureum, Pantai Muara Gembong, Muara Beting, Muara Bendera, dan juga Kuliner Restoran Kartini Cikarang, Rumah Makan Saung Wulan.
Baca juga: Panduan Lengkap Beli Hunian Pertama
Namun melihat besarnya jumlah penduduk di salah satu daerah penyangga Jakarta tersebut, kehadiran ke-12 tempat rekreasi tersebut tentu tidak akan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat yang terus bertambah. Seiring juga taraf ekonomi yang kian meningkat.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, jumlah penduduk Kabupaten Bekasi saat ini mencapai 3,3 juta jiwa dan Kota Bekasi 2,6 juta, terjadi peningkatan sekitar 1 juta dalam lima tahun terakhir.
Selain sudah menjadi kebutuhan masyarakat, dengan jumlah penduduk sebesar itu tentu menjadi potensi tersendiri bagi pengembangan bisnis tempat rekreasi.
Inilah cara menyiapkan dana DP rumah yang mudah untuk dipraktikkan agar target punya rumah segera menjadi kenyataan.
Selain sarana rekreasi, Direktur ALSA, Bryan Soedarsono mengungkapkan, saat ini Bekasi memiliki ketersediaan infrastruktur transportasi (accessiblity) paling lengkap dibanding kota satelit lainnya, seperti Tangerang, Bogor, dan Depok.
Pembangunan proyek elevated tol Jakarta-Cikampek, tol Cilincing-Cibitung, Light Rapid Transit (LRT), perluasan jalur serta pemambahan stasiun commuter line, dan kereta cepat Jakarta-Bandung adalah bukti nyatanya.
“Ketersediaan sejumlah infrastruktur dan transportasi tentu semakin memudahkan mobilitas masyarakat dari dan menuju Jakarta. Sekaligus membuka potensi Bekasi sebagai wilayah paling prospektif bagi pengembangan bisnis property development. Pun tingginya kebutuhan rumah terjangkau bagi masyarakat yang beraktivitas di Jakarta, serta keberadaan kawasan industri dengan ribuan karyawan, semakin memperkuat daya pikat Bekasi,” ungkapnya.
(Cek Rumah.com/Panduan untuk mengetahui informasi yang dibutuhkan terkait KPR dan membeli rumah sampai mengurus sertifikat rumah)
Menurutnya, kian lengkapnya ketersedian infrastruktur transportasi tersebut dipastikan akan berdampak positif terhadap bisnis properti di wilayah Bekasi.
“Masyarakat punya banyak pilihan penggunaan alat transportasi untuk menunjang aktivitas kesehariannya. Bisa mengendarai mobil pribadi atau bus melalui akses tol, naik kereta pada stasiun commuter line bahkan LRT. Ini jadi value added tersendiri bagi penghuni Panjibuwono Residence,” katanya.
ALSA sejak enam tahun lalu telah merilis empat klaster hunian, dimana yang terbaru klaster Casablanca menghadirkan 280-an tipe rumah satu dan dua lantai. Harganya mulai Rp469 jutaan sampai Rp729 jutaan.
“Harga tersebut jauh lebih terjangkau dibanding tipe sejenis pada kawasan hunian sekitar lainnya, terutama di tengah Kota Bekasi, bedanya bisa sekitar Rp200 jutaan," Bryan mengakhiri.
Dapatkan ulasan lebih mendalam tentang Rumah.com Property Outlook 2019 di sini (https://www.rumah.com/insights/rumah-com-property-market-outlook-2019-326)
Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Pusat Rekreasi Dongkrak Penjualan Properti"
Post a Comment